Khutbah Jumat 7 Mei 2010

Khutbah 7 Mei 2010

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله نستعينه ونستغفره. ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أرسله بالحق بشيرا ونذيرا بين يدي الساعة. من يطع الله ورسوله فقد رشد ومن يعصهما فإنه لا يضر إلا نفسه، ولا يضر الله شيئا. أللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان واقتفى. أما بعد: فأوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، فقد فاز من اتقى، وخاب من طغى.  قال الله تعالى في القرآن الكريم : ” ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله  حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.”Hadirin jamaah Jum’ah

Pertama-tama, saya berpesan pada diri saya sendiri dan jamaah jum’ah semua : marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan menjauhi segala laranganNya dan mengamalkan perintah-perintahNya. Wasiat taqwa yang disampaikan setiap khatib pada kesempatan khutbah hendaknya tidak dijadikan semacam basa basi saja, tetapi sebagai sesuatu yang perlu kita upayakan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena ketaqwaan, dan bukan harta benda atau kedudukan duniawi, yang  merupakan ukuran tinggi atau rendahnya derajat seseorang dalam pandangan Allah. Untuk mencapai ketaqwaan, maka seseorang haruslah memperkokoh keimanannya terlebih dahulu.

Dan seutama-utamanya iman adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis riwayat Thabarani:

أفضل الإيمان أن تعلم أن الله معك حيثما كنت. رواه الطبراني

Seutama-utamanya iman adalah  bahwa Allah bersamamu/ selalu mengetahui dan mengawasi kita di mana dan dalam keadaan apapun juga.

Keyakinan bahwa kita selalu diawasi oleh Allah akan mendorong kita hidup selalu hati-hati, artinya sebelum melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu harus dapat dipastikan terlebih dahulu bahwa apa yang akan kita lakukan atau katakan adalah sesuatu yang baik atau benar. Dengan kata lain, kita tentunya akan selalu menjaga diri kita  untuk selalu menjauhi hal-hal yang kurang baik, apalagi yang tidak baik, dan selalu berupaya melakukan hal-hal yang baik, yang bermanfaat.

“Menjaga diri’ dari hal-hal yang tidak baik dan menjaga diri untuk selalu baik inilah yang, menurut hemat saya, merupakan esensi dari ketaqwaan itu sendiri. Terkait dengan hal ini, ada bagian ayat dalam al-Qur’an yang menarik perhatian saya, yakni:

3 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ãNà6ßJÏk=yèãƒur ª!$# 3 ª!$#ur Èe@à6Î/ >äóÓx« ÒOŠÎ=tæ ÇËÑËÈ

Bertaqwalah kalian kepada Allah, dan Allah akan mengajarimu. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS al-Baqarah: 282

Barangkali ayat ini dapat dipahami sebagai contoh misalnya: Mahasiswa yang bertaqwa kepada Allah akan selalu menjaga diri untuk tetap menekuni hal yang baik, dan menjauhi hal-hal yang kurang baik, yang tak bermanfaat. Sebagai mahasiswa, tugas pokoknya adalah belajar sesuai bidang yang ditekuninya, membaca buku, berdiskusi, menulis, meneliti, melakukan pengabdian kepada masyarakat, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Dengan kata lain, bertaqwa kepada Allah akan menyebabkan seseorang menjadi pandai, sekaligus memiliki karakter yang baik, karena ia menyadari sepenuhnya bahwa ia tak akan lepas dari pengawasan Allah SWT, ia yakin betul bahwa Allah selalu mengawasinya di mana dan kapan saja.

Hadirin jamaah Jum’ah

Saat ini kita tentu menyadari betul betapa kepandaian saja tidak cukup. Kenyataan di negeri kita telah membuktikan bahwa tanpa karakter baik, tanpa moral yang baik, tanpa akhlak yang baik, maka kepandaian itu justeru akan membawa kerusakan yang luar biasa. Berapa milyar bahkan berapa trilyun uang rakyat Indonesia ini ditilep. Seandainya para pengelola uang rakyat ini jujur, sudah barang tentu, banyak  rupiah yang dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

Siapapun tahu bahwa Indonesia adalah negara yang penuh dengan kekayaan alam: berbagai macam tambang seperti batubara, minyak, tembaga, emas, hutan, lautan yang luas. Seandainya saja para pengelola negeri ini jujur tentu kemakmuran akan bisa dirasakan oleh rakyat.

öqs9ur ¨br& Ÿ@÷dr& #“tà)ø9$# (#qãZtB#uä (#öqs)¨?$#ur $uZóstGxÿs9 NÍköŽn=tã ;M»x.tt/ z`ÏiB Ïä!$yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur `Å3»s9ur (#qç/¤‹x. Mßg»tRõ‹s{r’sù $yJÎ/ (#qçR$Ÿ2 tbqç7Å¡õ3tƒ ÇÒÏÈ

96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (  Q.S  al-A’raf: 96)

Hadirin jamaah Jum’ah

Rupanya siksa Allah bukan hanya di akhirat saja, tapi bisa jadi dimulai dari kehidupan akhirat pun sudah tersiksa. Siksaan ini bukan karena siapa-siapa tetapi karena ulah manusia itu sendiri.

Maka marilah kita belajar dari peristiwa-peristiwa yang dapat kita saksikan di sekeliling kita. Banyak orang tergoda oleh kesenangan-kesenangan sesaat, akhirnya menuai kesengsaraan atau penderitaan.

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Sa’id:

إن الشيطان قال: وعزتك يا رب لا أبرح أغوي عبادك ما دامت أرواحهم في أجسادهم.فقال الرب: وعزتي وجلالي لا أزال أغفر لهم ما استغفروني .

Syaitan berkata: Demi kemulyaanMu wahai Tuhanku, aku akan selalu menggoda hamba-hambaMu selama ruh mereka masih ada di badannya (selama masih hidup). Allah pun menjawab, demi kemulyaan dan keagunganKu, aku akan selalu memberi ampun kepada mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu.

Hadis ini mengajarkan kepada kita agar kita tidak lengah dari godaan-godaan syaithan yang bisa berupa apa saja. Ada godaan berupa uang, berupa kedudukan atau berupa kesenangan nafsu syahwat. Demi mencapai keinginan duniawinya itu, terkadang orang rela untuk melakukan apa saja, termasuk melakukan apa yang dilarang oleh Allah. Apakah dengan menipu, menfitnah, melepas keimanan kepada Allah atau yang lainnya. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah dari perbuatan-perbuatan yang tak terpuji.

Hadis tadi juga mengajarkan kepada kita agar banyak ingat kepada Allah, bertaubat kepada Allah atas segala kekhilafan yang kita lakukan. Ingat kepada Allah itu amat penting, karena orang yang tak ingat kepada Allah, meski pun ia pandai, kaya atau pun berkuasa, akan sangat mudah tergoda oleh bujukan syaitan.

Kita juga harus selalu ingat bahwa kenikmatan-kenikmatan duniawi itu sifatnya hanya sesaat/ sementara saja. Apa yang diperebutkan oleh manusia selama ini adalah kesenangan-kesenangan duniawiyah yang sifatnya sesaat.

Di saat memperebutkan hal itu, seringkali orang menggunakan berbagai macam cara, termasuk cara-cara yang tidak baik seperti menipu, menfitnah dan sebagainya. Salah satu cara agar kita tidak melakukan hal yang tidak baik dalam persaingan ini adalah ingat mati. Kesadaran bahwa kita semua akan mati bisa menyebabkan kita zuhud di dunia. كفى بالموت مزهدا  cukuplah kematian itu membuat kita menjadi zuhud di dunia. Yang membahayakan adalah ketika keimanan orang akan hari akhir juga digoyahkan oleh syaithan. Maka ketika seseorang ragu akan adanya hari pembalasan oleh Allah yang Maha Adil,  saat itu apapun yang dapat ia lakukan akan ia lakukan demi meraih kesenangan duniawi yang dia inginkan.

Oleh karena itu, peningkatan keimanan dan ketaqwaan adalah merupakan benteng yang kokoh dalam kehidupan kita. Keimanan dan ketaqwaan bukan hanya dalam keyakinan atau ucapan saja, melainkan merupakan keyakinan yang dinyatakan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan nyata.

Sudah saatnya, kita selalu evaluasi diri atas perjalanan  hidup masing-masing kita selama ini, untuk kemudian dengan penuh kesadaran memperbaiki yang kurang dan meningkatkan lagi yang sudah baik. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ(16) (الحديد)

16. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

Hadirin jamaah Jum’ah

Pada dasarnya, kita semua bisa menjadi orang baik, kita semua bisa menjadi orang hebat, kita semua bisa sukses studi, kalau kita memang mau menjalani jalan kesuksesan itu dengan sungguh-sungguh. Untuk hal ini, tak ada istilah terlambat. Mari sisa umur kita yang dianugerahkan Allah kepada kita dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai kesuksesan itu.

Untuk mencapai kesuksesan diperlukan perjuangan, ketekunan, kesabaran dan kesungguhan. Kesuksesan memerlukan sebuah proses dan pentahapan tertentu. Karena itu, kesuksesan harus kita upayakan dari sekarang juga, dari hal sekecil apapun yang dapat kita lakukan sekarang.

Sebuah hadis nabi saw menyatakan:

اتق الله ولا تحقرنّ من المعروف شيئا، ولو أن تفرغ من دلوك في إناء المستسقي، وأن تلقى أخاك ووجهك إليه منبسط… الحديث ( رواه الطياليسي عن جابر بن سليم

Taqwalah kepada Allah dan jangan meremehkan perbuatan baik meski itu hanya  sesuatu yang kecil dan sederhana, seperti sekedar menuangkan air kedalam wadah orang yang memintanya, dan  meskipun hanya dengan  menampakkan wajah yang menyenangkan ketika bertemu dengan saudaramu.

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah

Berbuat baik, tidak perlu menunggu yang besar-besar dan  kompleks, tetapi sebaiknya dimulai dari  apa yang segera bisa dikerjakan meski itu hal yang sederhana, seperti menampakkan wajah yang menyenangkan ketika bertemu dengan teman, atau membantu hal-hal kecil. Meski  hal ini kelihatannya sepele ini, jika bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, sudah pasti akan membawa perubahan yang luar biasa besar  terhadap suasana di kantor,  di kelas, di rumah dan di mana saja. Pada dasarnya,  kita  semua  dapat melakukan  apa yang disebutkan dalam hadis tadi: membantu orang dan berlaku ramah.

Rasulullah saw mengajari kita agar menjadi orang yang merasa senang,  jika  bisa  berbuat baik dan mau mohon ampun kepada Allah ketika berbuat tidak baik, dalam doa yang diajarkan kepada kita:

اللهم اجعلني من الذين إذا أحسنوا استبشروا وإذا أساءوا استغفروا. رواه ابن ماجه عن عائشة

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang jika berbuat baik merasa senang dan jika berbuat jelek mohon ampun (kepada Allah).

Berbuat kebaikan itu tak ada ruginya. Mungkin perbuatan baik itu belum dibalas di dunia, tetapi sesungguhnya perbuatan baik itu sendiri akan menimbulkan rasa senang di hati, sebaliknya berbuatan tidak baik akan membawa titik-titik hitam penderitaan di hati.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم

|M÷ƒuäu‘r& “Ï%©!$# Ü>Éj‹s3ムÉúïÏe$!$$Î/ ÇÊÈ   šÏ9ºx‹sù ”Ï%©!$# ‘í߉tƒ zOŠÏKuŠø9$# ÇËÈ   Ÿwur Ùçts† 4’n?tã ÏQ$yèsÛ ÈûüÅ3ó¡ÏJø9$# ÇÌÈ   ×@÷ƒuqsù šú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ   tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEŸx|¹ tbqèd$y™ ÇÎÈ   tûïÏ%©!$# öNèd šcrâä!#tãƒ ÇÏÈ   tbqãèuZôJtƒur tbqãã$yJø9$# ÇÐÈ

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم . أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين. إنه هو الغفور الرحيم.

الخطبة الثانية

الحمد لله حق حمده أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له شهادة عبده . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الوفي بعهده. صلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه من بعده، وسلم تسليما كثيرا .أما بعد : فيا أيها الناس اتقوا الله ، واعلموا أن الله تعالى أمركم أمرا عميما، فقال جل جلاله عليما، إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما ، أللهم صل وسلم على سيدنا محمد  سيد المرسلين وعلى آله وصحبه  والتابعين، وتابعي التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وارحمنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات إنك سميع قريب مجيب الدعوات. اللهم أصلح أئمتنا وأمتنا وقضاتنا وعلماءنا وفقهاءنا ومشايخنا صلاحا تاما عاما  واجعلنا هداة مهتدين. اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خذل المسلمين، اللهم أهلك أعداء الدين، وألف بين قلوب المؤمنين، وفك أسر المأسورين وفرّج  عن المكروبين واقض الدين على المدينين. اللهم ادفع عنا الغلاء والبلاء  والوباء والفحشاء والمنكر والبغي والسيوف المختلفة والشدائد والمحن ، ما ظهر منها  وما بطن، من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة، إنك على كل شيء قدير. ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم.

عباد الله ، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر

2 Balasan ke Khutbah Jumat 7 Mei 2010

  1. Suriansyah mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Mohon ijin copy paste sebagai bahan khutbah.
    Jazakallah atas kesediannya
    Suriansyah

  2. lasmin winarto mengatakan:

    Assalamu ‘ alaikum wr-wb

    Mohon ijin copy utk bahan khutbah,

    jazakallah Abdullah W

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: